Workshop for Program Synchronization PADI III

Malang-Sejak kemarin malam (6/11), Komunitas Averroes yang bekerjasama dengan Sampoerna untuk Indonesia menyelenggarakan kegiatan Workshop Sinkronisasi Program PADI III di BeSS Resort and Waterpark. Kegiatan ini dihadiri 28 peserta yang merupakan perwakilan dari 7 desa dampingan. Adapun masing-masing desa mengirim 4 peserta selaku delegasi yang mengikuti  forum. Salah satu perwakilan tersebut adalah Kepala Desa masing-masing.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan Program PADI III pada ketujuh desa dampingan Averroes. Selain itu, juga untuk membuat perencanaan pengembangan sektor agrobisnis dan agrowisata pada masing-masing desa. Diharapkan terdapat perencanaan dan tujuan yang sinkron antara Konsep PADI III dengan pihak desa.

Pada hari pertama, kegiatan ini dimulai dengan sesi perkenalan peserta dengan dipandu oleh fasilitator kegiatan Levi Riansyah. Ia juga memberikan pengantar mengenai gambaran umum sinkronisasi program yang akan dilaksankan.

“Program (PADI) ini bukan semata-mata menjadi miliknya Averroes, tetapi silahkan didesain dan direncanakan sesuai dengan kebutuhan dan cita-cita masing-masing desa,” ujar pria yang akrab disapa Rian ini di sela-sela sesi perkenalan.

Pada sesi berikutnya di hari kedua, Edi Purwanto sebagai Program Manager memaparkan desain Program PADI III.  Ia menjeskan bahwa konsep umum PADI III periode ini pada dasarnya hampir sama dengan sebelumnya. Hanya saja pada tahun ini terdapat klasterisasi desa dampingan.

“Kita tidak hendak mencari masalah yang ada di desa. Kami akan mencari apa yang bisa dikembangkan di desa, yang bisa menjadi pengungkit perubahan dan semangat di desa,” papar Edi sewaktu memberikan materi.

Agenda inti sinkronisasi program dimulai pada siang hari. Dengan dipandu oleh Levi Riansyah, peserta diajak untuk memetakan desa masing-masing. Pemetaan dilakukan berdasarkan instrumen potensi agorbisnis dan agrowisata. Begitupun juga dengan potensi kelembagaan, budaya, dan modal sosialnya.

“Kami menjadi tahu dari Program Padi mengenai potensi wisata kita. Dari potensi itu, kami berusaha untuk mengenalkan Desa Podokoyo dengan menjadikan wisata desa kami terkenal. Salah satu usaha kami sekarang adalah melayani tamu wisata dengan ramah dan baik,” kata Supriono selaku Ketua Pokdarwis Desa Podokoyo.

Pasca pemaparan dari masing-masing desa dilakukan, Komunitas Averroes yang diwakili oleh Sutomo yang menjabat Ketua Umum Komunitas Averroes bersama dengan kepala desa dampingan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU). Perjanjian ini nantinya akan menjadi komitmen bersama dalam proses kegiatan PADI III. Diharapkan program PADI periode III dapat memberikan manfaat yang signifikan terhadap pengembangan agrobisnis dan agrowisata yang ada di 7 desa dampingan. Tujuh desa tersebut adalah Desa Jatiarjo, Desa Kalipucang, Desa Jarangan, Desa Jatisari, Desa Oro-Oro Ombo Kulon, Desa Podokoyo, dan Desa Gerbo,

Pada sesi malam, Sutomo memberikan sambutan terkait kegiatan sinkronisasi program PADI III. Ia berterima kasih kepada pihak desa yang telah menyempatkan hadir untuk datang pada kegiatan ini.

“Terima kasih pada seluruh pihak yang mewakili karena mau meluangkan waktu dan bersedia bekerjasama selama pelaksanaan Program PADI,” ungkap Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor II Universitas Islam Raden Rahmat ini.

Ia juga berharap agar kedepannya, Program PADI dapat selaras dengan perencanaan dan pembangunan yang ada di desa.

“Harapannya, upaya yang dilaksanakan oleh Averroes dalam Program PADI bisa sinkron dengan perencanaan dan pembangunan di desa masing-masing,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *