Wisata Petik Mangga Alpukat Kini Hadir di Pasuruan

Mangga Klonal 21 merupakan salah satu varietas mangga gadung yang dimiliki oleh Kabupaten Pasuruan. Menurut data dari Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, mangga yang identik dengan sebutan manga alpukat ini merupakan varietas hasil dari persilangan antara mangga gadung dengan arumanis. Varietas ini disahkan melalui SK Menteri Pertanian nomor 121/Kpts/SR.120/D.2.7/12/2016 tentang Pemberian Tanda Daftar Varietas Tanaman Hortikultura.

Mangga Klonal 21 sebagian besar tumbuh dan dibudidayakan di Desa Oro-Oro Ombo Kulon (Rombo Kulon) Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Sebagai desa yang terletak di dataran rendah, Rombo Kulon memiliki kondisi geografi dengan tanah hitam dan tingkat kelembaban yang tidak terlalu tinggi. Hal ini juga didukung dengan kondisi agroklimat yang sesuai membuat desa ini sangat cocok digunakan sebagai lokasi budidaya mangga alpukat.

Muhid selaku Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sidodadi Desa Oro-Oro Ombo Kulon, luas kebun mangga yang ada di desa ini sekitar 200 hektar.

“Dalam satu hektar lahan dapat ditanami 150 pohon mangga dengan tingkat produksi 700-1000 kilogram setiap masa panen,” ungkap Muhid.

Potensi ini ditangkap oleh Pemerintah Desa Oro-Oro Ombo Kulon dengan menetapkan Mangga Klonal 21 sebagai komoditas unggulan desa. Tidak hanya itu, pemerintah juga menetapkan kebun mangga sebagai destinasi unggulan desa dalam upaya desa menjadi salah satu desa wisata di Kabupaten Pasuruan.

Dalam rencana untuk menjadi desa wisata, Komunitas Averroes dan Sampoerna Indonesia melalui Program Agrobisnis dan Agrowisata (Padi) memfasilitasi Desa Rombo Kulon dengan memberikan kelas pemberdayaan selama delapan bulan. Pada praktiknya, kelas pemberdayaan diisi dengan materi-materi seputar agrobisnis dan agrowisata.

Adanya Program Padi telah membuat Desa Rombo Kulon mulai mengembangkan agrobisnis dan agrowisatanya. Saat ini, telah terdapat layanan wisata berupa edukasi budidaya mangga mulai dari cara pembibitan, pemupukan, perawatan, hingga pemanenan.

Secara teknis, ciri khas pohon mangga klonal 21 adalah memiliki batang yang pendek tetapi berbuah lebat sehingga mudah untuk dipetik langsung tanpa menggunakan alat bantu. Tinggi pohon dirawat dengan pemangkasan model 1, 3, 9, dan 27. Dalam bahasa lain, ketika pohon masih berusia satu tahun maka batangnya dipotong lalu tumbuh bercabang tiga. Dari tiga cabang dipotong lagi masing-masing menjadi bercabang sembilan, dan terakhir dipotong lagi masing-masing cabang menjadi 27 cabang. Dari sistem pemotongan tersebut mangga klonal 21 memiliki ciri pohon yang tidak terlalu tinggi tetapi dapat berbuah lebat.

Selain edukasi budidaya mangga, wisatawan juga akan disuguhi dengan oleh-oleh khas desa berupa olahan serba mangga yang dikelola oleh ibu-ibu yang ada di desa. Olahan tersebut diantaranya dodol mangga, ice cream mangga, dan sari mangga. Adapun oleh-oleh ini akan dilokalisir di pusat oleh-oleh desa yang rencananya ada di Rumah Kemas Desa Oro-Oro Ombo Kulon Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *