Warga Pasuruan Khawatir Jumlah Petani Terus Berkurang

Tim dan Kelompok Tani Desa Wonosari Sedang Berdiskusi

Para petani mulai mengkhawatirkan permasalahan-permasalahan yang timbul di dunia pertanian, bukan hanya soal pupuk dan Saprodi pertanian, namun juga tentang ketersediaan jumlah petani di masa mendatang.

Kekhawatiran ini diutarakan oleh Shodik, warga masyarakat Desa Wonosari Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sebagai petani Shodik mengaku prihatin dengan semakin berkurangnya jumlah warga desa yang menekuni dunia pertanian.

“Saya khawatir jika petani akan punah,” tutur Shodik dalam kesempatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Komunitas Averroes (30/12/2016) di balai Desa Wonosari Kecamatan Gondangwetan.

Shodik berpendapat bahwa mencari tenaga kerja petani saat ini semakin susah. Hal ini disebabkan oleh berubahnya pandangan masyarakat terhadap dunia pertanian.

“Dulu bertani itu gotong royong, bagaimana caranya merawat tanah, sekarang pertanian sudah berubah menjadi objek bisnis”, ucap Shodik.

Berkurangnya jumlah petani menjadi semakin mengkhawatirkan ketika dihubungkan dengan menurunnya jumlah produksi hasil pertanian terutama hasil tanaman pangan.

Shodik menerangkan bahwa generasi muda saat ini tidak tertarik lagi terhadap dunia pertanian, bahkan untuk mengenal istilah-istilah pertanian mereka kadang tidak tahu. Kurangnya minat generasi muda ini disebabkan oleh tidak adanya pengenalan pertanian secara rutin terhadap anak-anak.

“Anak saya sendiri lebih menyukai internet daripada harus pergi ke sawah,” keluhnya.

Dalam forum FGD tersebut Shodiq juga mengungkapkan harapannya terhadap kelompok-kelompok peneliti dan instansi pendidikan dapat menaruh perhatian dalam kasus seperti ini. Karena menurutnya adanya petani sangat penting guna menjaga keberlanjutan ketersediaan pangan.

Karena turunnya tenaga pertanian, beberapa petani di Desa Wonosari lebih memilih untuk mengganti tanaman padi menjadi tanaman jeruk atau sengon. Para petani beranggapan bahwa menanam jeruk atau sengon lebih mudah dibandingkan menanam padi. jika petani menanam padi, ketika waktunya penyiangan, mereka sangat kesusahan mendapatkan tenaga yang mau bekerja di sawah. Alasan-alasan seperti itu yang membuat para petani akhirnya memilih untuk bersikap praktis dengan menanam jeruk atau sengon. [Seno]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *