Wajah Baru Program PADI 2018-2019

Menjelang dilaksanakannya Program PADI 2018-2019 Komunitas Averroes semakin mematangkan konsep pemberdayaan yang akan dilaksanakan. Pada periode ini terdapat beberapa konsep baru seperti penentuan klaster desa dampingan yang saat ini terdiri dari tiga klaster, yakni klaster I,II dan III. Dengan klasterisasi ini Averroes akan berusaha untuk fokus menggerakkan sektor agrobisnis dan agrowisata yang ada pada desa dampingan yang seluruhnya terdapat di Kabupaten Pasuruan. Adapun pendekatan yang akan digunakan masih tetap sama pada periode sebelumnya, yakni Aprecitaive Inquiry.

Edi Purwanto selaku Project Manager dalam sebuah kesempatan menjelaskan bahwa penentuan 3 klaster ini dilakukan karena alasan existing condition masing-masing desa. Desa Klaster III merupakan desa yang telah didampingi oleh Averroes sejak awal kegiatan program (PADI I). Desa pada klaster ini telah memiliki perkembangan pada sektor agrobisnis dan agrowisata yang telah berkembang. Sementara itu, Desa Klaster II ialah desa yang mulai didampingi Averroes pada periode kedua Program PADI (PADI II). Saat ini pada desa tersebut memiliki kondisi sektor agrobisnis yang berkembang.

Terakhir, Desa Klaster I adalah desa baru yang dipilih Averroes untuk mengikuti program. Desa-desa baru ini masih sebatas memiliki keragaman potensi pada sektor agrobisnis dan agrowisata, namun belum dikembangkan secara masif. Perbedaan kondisi tersebut membuat proses pemberdayaan di masing-masing klaster akan berbeda.

Adapun Desa Klaster III terdiri dari dua desa, yakni Desa Kalipucang dan Jatiarjo. Selanjutnya, terdapat tiga desa pada Desa Klaster II yaitu Desa Jarangan, Jatisari dan Podokoyo. Pada Desa Klaster I terdiri dari Desa Oro-Oro Ombo Kulon dan Desa Gerbo. Sehingga total terdapat 7 desa yang akan didampingi pada program PADI 2018-2019.

Dua fokus sektor utama, agrobsinis dan agrowisata, diharapkan menjadi pemicu utama meningkatnya ekonomi desa. Sektor agrobisnis masuk pada ranah pengelolaan hasil pertanian, atau pasca panen. Proses pemberdayaan di bidang bertujuan agar masyarakat desa (khususnya para petani) memiliki nilai tambah atas usaha pertaniannya. Sehingga mereka tidak lagi bergantung pada tengkulak atau harga pasar produk pertanian yang fluktuatif.

Sedangkan pada sektor agrowisata fokus pada kegiatan bisnis pariwisata yang ada di desa. Tidak dapat dipungkiri pada era modern ini wisata desa telah menjadi geliat ekonomi tersendiri yang memberikan kontribusi ekonomi terhadap wilayah perdesaan. Pada proses pemberdayaannya, Averroes salah satunya akan mendampingi masyarakat dan pemerintah desa untuk memiliki tata kelola yang baik dalam hal desa wisata dengan menyiapkan unsur kelembagaan hingga paket wisata.

Proses pendampingan atau pemberdayaan di lapangan akan dimulai pada November hingga Mei. Rencananya pada akhir program akan diselenggarakan kegiatan seremonial berupa Wisata Desa Award. Namun detail kegiatan tersebut, saat ini masih menjadi rahasia yang nantinya secara surprise akan disosisalisasikan menjelang akhir program.

Dengan adanya desain baru ini diharapkan Program PADI III mampu memberikan kontribusi yang lebih nyata pada pembangunan desa di Kabupaten Pasuruan khususnya pada sektor Agrobisnis dan Agrowisata. Adapun seluruh kegiatan Program PADI ini didukung oleh Sampoerna untuk Indonesia. (uv)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *