Tujuh Strategi Memulai Pemasaran Online Bagi Usaha Kecil

Saiful Arif, Strategi Pemasaran Online Bagi Usaha Kecil

Era teknologi telah membuka peluang bagi setiap bisnis untuk menemukan pasarnya sendiri. Dengan strategi pemasaran yang tepat, sebuah bisnis akan menemukan kesuksesannya. Pemasaran melalui media internet (online marketing) kini dianggap sebagai cara yang paling efektif untuk menjual produk. Hampir semua produk bisa dipasarkan melalui media ini termasuk produk yang dihasilkan oleh usaha kecil. Konsekuensi dari perkembangan ini akhirnya memunculkan persaingan pemasaran yang sangat ketat.

Saiful Arif, praktisi pemasaran online, berkesempatan untuk membagikan pengalamannya kepada peserta program Pendidikan Agrobisnis Desa Inovatif pada acara pelatihan online marketing yang diselenggarakan di Tanjung Plasa Hotel, Prigen, Rabu (10/05/2017). Ia menyatakan bahwa dunia pemasaran online adalah dunia dinamis yang sangat cepat berubah. Metode pemasaran ini menuntut seorang pengusaha untuk terus belajar.

Marketig online itu kelihatannya gampang tapi kenyataannya keras. Kalau kita tidak bekerja siang malam atau kita tidak terus belajar, kita akan ketinggalan,” kata pria yang sudah malang melintang di dunia internet selama 15 tahun itu.

Dalam memulai usaha khususnya pada ranah pemasaran secara online, Saiful menyarankan agar para peserta membangun mindset (pola pikir) yang tangguh. Menurutnya, semua orang bisa dengan mudah terjun ke dunia online marketing, tetapi tidak semua orang memiliki mindset yang tepat sehingga bisnis mereka pun tidak berjalan selancar yang diinginkan. Niat untuk sukses adalah kunci seorang pebisnis. Dengan fondasi keinginan yang kuat, halangan apapun yang dihadapi pasti bisa teratasi.

Gaptek (gagap teknologi) biasanya menjadi halangan bagi pemain baru di online marketing. Banyak orang yang tidak mengerti (seluk beluk internet) tapi berhasil di bisnis online. Mari kita ubah keadaan, bahwa semua hal yang terjadi itu gampang, kalau tidak mengerti nanti belajar supaya mengerti,” tambahnya.

Hal yang tak kalah penting adalah memposisikan bisnis sebagai proses. Pengalaman adalah guru terbaik merupakan istilah yang tepat untuk menggambarkan proses memasuki online marketing. Tidak pernah ada pebisnis online yang langsung sukses tanpa melalui proses dan menghadapi kegagalan-kegagalan. Mandiri, konsisten, fokus, tekun, ulet dan pantang menyerah adalah sederet sifat yang harus dimiliki.

Pokoke kudu berhasil. Entah bagaimana caranya pokoknya harus berhasil. Dalam menjalankan online marketing, banyak yang terlalu cepat menyerah karena memang tidak semudah yang dibicarakan. Kalau kita sudah belajar jangan sampai dekat dengan kata negatif seperti menyerah, putus asa atau aku tidak cocok di bisnis ini,” ujarnya.

Di akhir sesinya, Saiful memberikan tujuh tips sebelum memasarkan produk melalui media online. Berikut rinciannya:

  1. Legalitas produk atau ijin usaha. Setiap pengusaha yang ingin memasarkan produk di dunia maya harus mengantongi perizinan sesuai aturan undang-undang. Jika dipasarkan secara online lantas tidak memiliki ijin usaha, sebuah produk bisa dilaporkan ke penegak hukum oleh pesaing di pasaran. Saiful menyarankan bagi produk-produk yang belum memiliki ijin sebaiknya dipasarkan di lingkungan sekitar saja.
  2. Tampilkan kekhasan produk. Di dunia maya, tentu akan banyak produk yang memiliki kemiripan karakter. Karena itu, setiap pengusaha harus menampilkan karakter atau kekhasan produknya masing-masing. Dalam hal ini, kualitas produk juga harus menjadi andalan.
  3. Merek atau brand. Bagi sebagian orang, merek hanya dianggap sebagai nama saja. Padahal, lebih dari itu, tujuan disematkannya merek pada sebuah produk adalah untuk membedakannya dengan produk lainnya. Dengan merek atau brand yang baik, seorang pelanggan akan lebih mudah mengingat produk.
  4. Stok Produk. Produsen harus memperhitungkan jumlah ketersediaan barang dan masa kadaluarsanya. Mengingat pemasaran online bisa mendatangkan konsumen pada waktu yang tidak terduka, produsen harus memastikan ketersediaan barang ketika terdapat pemesanan.
  5. Margin Profit. Saiful memberikan gambaran rerata profit untuk produk yang dijual secara online yaitu 25 persen dari harga pokok produk. Ia menambahkan bahwa harga antara barang yang dijual secara online bisa berbeda dengan barang yang dijual secara offline.
  6. Kemasan yang menarik dan aman. Desain kemasan yang unik dan menarik akan mengundang minat calon pembeli. Selain itu, kemasan harus dipastikan mengamankan isi produk. Untuk produk makanan, harus dipastikan sampai pada pelanggan dengan utuh atau tidak remuk.
  7. Keamanan kandungan makanan. Produk makanan terkait erat dengan kesehatan konsumen. Karenanya, produsen harus memberikan penjelasan kandungan gizi agar dimakan oleh konsumen yang tepat. Dengan cara ini, produsen bisa menjamin keselamatan sang konsumen.

Selain membagikan tujuh tips tersebut, Saiful menegaskan bahwa pemasaran online maupun offline memiliki kesamaan prinsip dasar. Menurutnya, kejujuran dan keramahan adalah kunci keberhasilan seorang pemasar. “Kalau  tidak ramah dan tidak jujur, tentu barang yang dijual tidak akan laku. Di pemasaran online kita harus menanggapi semua pertanyaan pelanggan dengan ramah meskipun tidak bertatap muka secara langsung,” tukasnya. [Nasrun]

2 comments

  1. anwar Reply

    1 hal yang penting di miliki pemasar online adalah memiliki prasangka yang baik terhadap calon pembeli, meskipun pada akhirnya di PHP. Dikalangan marketing sangat di kenal hukum Pareto dengan azas perbandingan 80:20. Apabila ada 100 calon pembeli yang datang dan mampir ke toko kita tentunya tidak semua beli, tapi menurut perbandingan tersebut 20 orang memutuskan untuk beli itu sudah luar biasa.

    Kesabaran dalam meladeni calon pelanggan adalah proses yang patut dinikmati dan dicollecting.

  2. anwar Reply

    1 hal yang penting di miliki pemasar online adalah memiliki prasangka yang baik terhadap calon pembeli, meskipun pada akhirnya di PHP. Dikalangan marketing sangat di kenal hukum Parreto dengan azas perbandingan 80:20.

    Apabila ada 100 calon pembeli yang datang dan mampir ke toko kita tentunya tidak semua beli, tapi menurut perbandingan tersebut 20 orang memutuskan untuk beli itu sudah luar biasa.

    Kesabaran dalam meladeni calon pelanggan adalah proses yang patut dinikmati dan dicollecting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *