Tim PADI Tingkatkan Kapasitas Internal

Kota Batu- Tim Program Pendidikan Agrobisnis dan Agrowisata Desa Inovatif (PADI) 2018-2019 melaksanakan pengembangan kapasitas pada akhir pekan kemarin (22-23/12). Kegiatan dihadiri oleh seluruh tim program mulai dari manajemen dan fasilitator. Terdapat tiga pelatihan dalam kegiatan ini, yakni: pelatihan jurnalisme berita, jurnalisme foto, dan kekompakan tim melalui outbond.

Berlokasi di Vila Halona Kota Batu, forum dimulai pada pukul 13.30 dengan materi jurnalisme berita. Materi yang berkaitan dengan urusan publikasi kegiatan ini disampaikan Abdi Purmono. Ia merupakan seorang pewarta berita Tempo yang telah berpengalaman lebih dari 15 tahun. Selama menyampaikan materinya, Abel sapaan akrab Abdi lebih banyak menyampaikan berita berjenis features dan depth news.

Ia mengatakan bahwa dalam depth reporting dibutuhkan sebuah perencanaan peliputan semacam outline.

Outline-nya diawali dengan perumusan latar belakang cerita (masalah) atau story background. Terus menentukan narasumber. Liputan mendalam biasa menggunakan banyak narasumber. Penentuan narasumber tentu disesuaikan dengan tema liputan dan harus sesuai dengan derajat keterpercayaan atau derajat kredibilitasnya,” tutur pria yang juga aktif dalam Aliansi Jurnalis Independen.

Setelah itu, ia juga menyatakan bahwa perlu adanya daftar pertanyaan yang disusun untuk tiap narasumber. Perbedaan ini dikarenakan adanya ketidaksamaan data yang diinginkan pada tiap narasumber. Pendalaman atau pengembangan bisa dilakukan secara langsung pada saat kegiatan wawancara.

Abel juga memberikan review terhadap beberapa berita yang telah disusun oleh Tim PADI. Menurutnya, terdapat beberapa unsur yang perlu diperbaiki seperti kaidah penulisan judul, gaya bahasa, dan penggunaan kalimat efektif.

Menjelang sore hari, kelas dilanjutkan dengan materi jurnalisme foto oleh Aman Rochman. Wartawan foto asal The Jakarta Post ini lebih banyak menyampaikan mengenai tips dan trik pengambilan foto menggunakan perangkat smartphone. Menurutnya, telfon pintar dapat mengambil momen dengan cepat dan efisien meski terdapat kekurangan dalam kualitasnya.

Salah satu tips dalam memotret menggunakan kamera smartphone adalah perlunya ketenangan dalam mengambil foto.

“Pada saat memotret biasanya kita tidak tenang. Ini berdampak pada hasil foto yang blur dan tidak fokus,” pesannya saat memberikan materi.

Selain harus tenang, Aman mengatakan bahwa dalam memotret fotografer perlu memperhatikan unsur komposisi, sudut pandang, dan fokus. Oleh sebab itu, ia menganjurkan agar para peserta banyak belajar memotret segala momen menarik yang ada di desa.

Pada hari berikutnya, peserta diajak mengikuti kegiatan outbond. Kegiatan ini bertempat di Kaliwatu yang lokasinya berdekatan dengan Vila Halona. Pada kegiatan outbond, peserta tidak hanya diajak bersenang-senang, namun juga diajak untuk belajar menjalin kerjasama tim dan komunikasi antar anggota tim.

Edi Purwanto selaku Program Manager menuturkan bahwa kegiatan outbond ditujukan untuk membangun kekompakan tim. Pasalnya, kegiatan PADI membutuhkan tim yang solid untuk terus berkomunikasi satu sama yang lain.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *