Sambang Kampung Kopi Tonggowa, Prigen … Dijamin Tak Terlupakan

NGOPI diyakini bisa membuat badan jadi segar dan bersemangat. Hasil penelitian menyebutkan bahwa minum kopi bisa mencegah  depresi, membantu meningkatkan daya ingat, menurunkan risiko kanker dan encok. Saya pun membuktikan, bahwa minum kopi dapat mengurangi gangguan sakit kepala sebelah atau migren.

Minum kopi bisa dilakukan di rumah, warung kopi, atau pun di kafe sebagai bagian dari gaya hidup. Nah, bagi pecinta kopi jika ingin merasakan pengalaman unik minum kopi datang saja ke kampung kopi, di Jatiarjo, Prigen, Pasuruan.

Peresmian Jatiarjo sebagai daerah kampung wisata kopi berlangsung Minggu (30/7/2017) yang ditandai dengan Festival Nggoreng dan Ngudeg Kopi yang diikuti puluhan ibu dari Dusun Tonggowa, Jatiarjo.

Sebagai kawasan wisata kopi, warga di lereng gunung Arjuno ini dengan senang hati mengajak pecinta kopi untuk melihat langsung budidaya tanaman kopi  jenis Arabica dan cara mengolahnya secara tradisional.

Di rumah-rumah warga, biji-biji kopi pilihan yang dipetik dari kebun sendiri disangrai dalam penggorengan gerabah. Untuk menghasilkan aroma kopi yang sedap nan wangi, digunakan tungku dengan kayu bakar. Setelah biji kopi matang, lalu diayak hingga halus kemudian diseduh dengan air panas. Bagi pecinta manis, tinggal menambahkan gula sesuai selera.

Abdullah (50), salah satu petani kopi, menyebut, rasa kopi yang diolah secara tradisional berbeda dengan yang diolah secara modern. ”Kopi yang disangrai dengan kayu bakar, aromanya lebih wangi dan rasanya lebih kuat,” yakinnya.

Selama ini, kopi yang dipanen hanya dikonsumsi oleh warga sendiri. Dengan dicanangkannya kampung kopi, petani akan mengolah dan mengemas hasil panennya menjadi produk unggulan desa.

Untuk mendukung keberadaan kampung kopi, warga juga membuka lebar-lebar pintu rumahnya bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan desa dan bertualang ke kebun kopi. Pengunjung bisa bermalam dan menikmati sajian kuliner khas Tonggowa.

”Pagi-pagi bisa keliling desa, ikut ke kebun dan memetik kopi sendiri. Lalu, mengolah biji kopi secara tradisional di dapur warga,” ujar Yusuf (30), yang juga membuka rumahnya untuk homestay.

Cukup membayar Rp 100 ribu bagi yang ingin menginap tiga hari dua malam, sudah termasuk fasilitas makan tiga kali sehari dengan menu ndeso. Yakni, nasi empok atau nasi jagung dengan urap-urap sayuran dan ikan asin serta menyeruput kopi sampai puas. Dijamin, menjadi pengalaman wisata yang tak terlupakan.

Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/2017/08/03/sambang-kampung-kopi-tonggowa-prigen-dijamin-tak-terlupakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *