Rejoso Mangrove Conservation: Sejarah dan Pengembangannya

Desa Jarangan memiliki potensi di sektor perkebunan, persawahan, sampai perikanan. Desa ini terletak di sebelah timur Kabupaten Pasuruan, tepatnya di Kecamatan Rejoso. Desa yang memiliki 3 dusun ini memiliki ragam potensi. Dusun Jarangan dengan struktur lahan tanah yang bagus terkenal dengan kebun mangga   . Dusun Bandaran memiliki potensi persawahan hijau yang tumbuh subur. Dusun Pade’an memiliki karakteristik yang berbeda.  Dusun ini memiliki potensi tambak yang terlihat di kanan dan kiri jalan sepanjang menuju dusun.

Cikal Bakal

Hampir 70% dari jumlah penduduk di Desa Jarangan mayoritas adalah petani tambak dan nelayan. Sebagian besar petani tambak beraktivitas dalam usaha budidaya ikan bandeng, udang dan kepiting. Setiap hari mereka bisa menjual udangnya ke pengepul. Di samping itu, mereka juga menunggu pertumbuhan bandeng selama 4-5 bulan untuk di panen. Sebelumnya, petani tambak yang ada di pinggiran laut pernah mengalami kesulitan ketika air laut mulai pasang. Mereka tidak bisa memanen ikannya. Hal ini dikarenakan tambak mereka tergerus air laut. Sehingga ikan-ikan mereka habis tertabawa ke laut.

Sejak saat itu, setiap dua minggu sekali mereka mencoba menanam bibit mangrove di sepanjang tepi laut. Tetapi tidak semua bibit yang mereka tanam dapat tumbuh karena terbawa arus ombak ataupun kena hama. Hambatan ini tidak menjadi kendala bagi para petani tambak. Mereka tetap menanam mangrove. Hingga saat ini sudah hampir 32 tahun lamanya dan mereka tidak menyangka bibit-bibit mangrove yang mereka tanam sekarang menjadi sebuah pulau mangrove yang sangat indah, sejuk, dan disinggahi burung-burung putih yang elok.

Panen Ikan

Untuk melihat Pulau Mangrove ini, kita harus menaiki perahu selama kurang lebih 20 menit karena letaknya yang hampir 1.500 meter dari persinggahan perahu-perahu nelayan. Masyarakat berharap Pulau Mangrove ini bisa menjadi tempat wisata untuk keluarga yang alami, nyaman, dan sejuk.

Pengembangan dan Promosi

Untuk mendorong Wisata Pulau Mangrove ini Pemerintah Desa beserta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) mencoba mengenalkan kepada khalayak ramai melalui kegiatan-kegitan sebagai berikut:

  1. Mengenalkan alat transportasi perahu menuju Pulau Mangrove melalui kegiatan Rutin Event Tahunan yaitu Festival Perahu Hias, Perahu Naga dan Perahu Dayung. Event ini sudah digelar untuk ke-4 kalinya. Terbukti ratusan wisatawan hadir untuk melihat dan menyaksikan kegiatan ini.
  2. Mancing di laut lepas dan di sepanjang pinggiran Pulau Mangrove juga menjadi salah satu kegiatan di hari sabtu dan minggu. Wisatawan juga bisa menikmati ikan bakar setelah kegiatan memancing.

Untuk mengembangkan Wisata Pulau Mangrove ini Pokdarwis juga mencoba mengenalkan kegiatan melalui edukasi-edukasi :

  1. Mengenalkan cara pembibitan dan penanaman mangrove secara langsung kepada pelajar SD sampai Mahasiswa. Menyadarkan mereka bahwa mangrove ini perlu di jaga dan dilestarikan karena mangrove adalah tumbuhan yang dilindungi.
  2. Mengenalkan proses budidaya ikan, mulai penaburan bibit ikan (nener), perawatan tambak, tata cara pemberian makan ikan, pemupukan tambak sampai dengan panen
  3. Mengajarkan cara mengolah berbagai macam jenis ikan, sasarannya untuk anak PAUD, TK dan SD adalah pembuatan nugget ikan, bakso ikan dan lain-lain. Sedangkan untuk ibu-ibu adalah cabut duri, bandeng presto, otak-otak, bandeng asap dan beberapa kegiatan lainnya.
Festival Dayung

Berkat usaha keras dari masyarakat Desa Jarangan dalam mengelola potensinya, beberapa prestasi berhasil diraih. Salah satunya adalah medapatkan Juara 1 tingkat nasional dalam pengembangan produk terasi, rengginang, dan abon. Hingga saat ini warga desa tetap intens untuk mengembangkan kualitas produk dan proses pemasarannya.

Desa Jarangan merupakan salah satu desa yang didampingi Averroes sejak Program Padi II. Bekerjasama dengan Sampoerna untuk Indonesia, Averroes berhasil untuk memunculkan semangat masyarakat Desa Jarangan agar berdaya secara ekonomi melalui pemanfaatan potensi pertanian dan wisata mereka.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *