Promosi Produk Unggulan Desa

Promosi produk unggulan desa sangat penting dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah pembelian produk desa yang diproduksi. Strategi merupakan sebuah perumusan agar pengembangan produk unggulan desa bisa terarah sesuai dengan target. Tulisan ini mengulas strategi dan langkah-langkah yang bisa digunakan untuk merumuskan strategi produk unggulan desa.

Promosi produk harus dilakukan menggunakan strategi yang telah dirumuskan sejak awal secara partisipatif. Salah satu metode untuk menganalisis strategi pemasaran adalah melalui analisis SWOT. Analisis dapat dilakukan secara bersama melalui musyawarah oleh para stakeholder desa dan masyarakat yang berkaitan dengan usaha produk unggulan.

Analisis SWOT

Analisis SWOT terdiri dari empat instrumen, yakni Kekuatan (Strengths), Kelemahan (Weaknesses), Peluang (Opportunities), dan Ancaman (Threats). Adapun penjelasan beserta contohnya sebagai berikut:

Grafik SWOT dan Contohnya

 

Hasil dari pemetaan atau analisis SWOT dapat digunakan oleh para stakeholder untuk menyusun strategi pemasaran atau promosi produk unggulan desa. Strategi hasil analisis SWOT dapat berbentuk rekomendasi tindak lanjut atas pemetaan yang telah dilakukan. Misalnya, terkait bagaimana upaya memaksimalkan kekuatan dengan memanfaatkan potensi peluang. Ataupun bagaimana upaya-upaya strategis mengindari ancaman dari luar.

Partisipasi masyarakat dan stakeholder dalam analisis tersebut sangat diperlukan. Hal ini dilakukan guna dapat memberikan pemetaan potensi dan masalah dalam pengembangan pemasaran/promosi produk unggulan desa. Oleh karena itu, diperlukan sebuah musyawarah khusus yang difasilitasi oleh BUM Desa dengan menghadirkan berbagai kelompok kepentingan terkait produk unggulan.

Segmentasi Pasar

Hasil dari analisis SWOT di atas dapat digunakan pada langkah berikutnya, yaitu penerapan strategi pemasaran. Strategi ini terdiri dari tiga langkah yakni: menentukan segmentasi pasar, menetapkan target pasar, dan memastikan posisi pasar. Berikut merupakan penjelasan dari masing-masing langkah tersebut:

Langkah-Langkah Penerapan Strategi Pemasaran

 

Dari langkah tersebut diperoleh sebuah rekomendasi mengenai cara mengidentfikasi pasar dari Produk Unggulan Desa yang dikembangkan. Pangsa pasar ini sangat menentukan roda produksi dari produk unggulan. Bilamana terjadi sebuah kesalahan dalam menentukan target pasar, maka bukan tidak mungkin bisnis pemasaran akan mengalami keterhambatan atau macet. Maka dari itu, dalam proses penentuan implementasi strategi pemasaran pihak pemerintah desa ataupun pengurus BUM Desa dapat mendatangkan pengusaha sukses ataupun masyarakat yang ahli mengenai pemasaran produk.

Rincian Pemasaran

Pasca penetapan strategi pemasaran, maka langkah selanjutnya adalah merencanakan rincian pemasaran Produk Unggulan Desa. Perencanaan ini digunakan untuk menetapkan produk yang akan dipasarkan, ketentuan harga, menentukan tempat distribusi hingga lokasi pasar, dan melakukan promosi di media informasi dan komunikasi. Berikut merupakan penjelasan dari masing-masing item perencanaan:

  • Produk
    • Merupakan barang dan jasa yang ditawarkan kepada pasar sasaran, meliputi: kualitas, desain, fitur, nama, dan merk
  • Harga
    • Merupakan sejumlah nominal uang yang dibayarkan oleh penerima layanan atau pelanggan, terdiri dari: diskon, harga, periode pembayaran, dan persyaratan kredit
  • Tempat
    • Merupakan lokasi usaha produksi dan lokasi pemasaran, terdiri dari: lokasi produksi, saluran pemasaran, transportasi, dan lokasi pemasaran,
  • Promosi
    • Berisi serangkaian aktivitas berupa penyebaran informasi keunggulan produk sebagai upaya untuk menarik perhatian pelanggan, seperti promosi melalui jasa marketing konvensional ataupun online

Empat item tersebut memiliki hubungan yang saling berkaitan. Misalnya mengenai harga barang atau jasa, para pengurus usaha produk unggulan desa harus memperhatikan ongkos produksi, gaji karyawan, biaya promosi, transportasi, dan akomodasi. Bila sebuah produk harganya tinggi dengan segmentasi pasar kelas menengah keatas secara otomatis ongkos produksi, gaji karyawan, biaya promosinya juga harus besar pula. Demikian halnya jika pengurus menghendaki harga yang murah, maka dapat perlu digunakan asumsi biaya produksi yang ringan. Oleh sebab itu, proporsionalitas dan ketepatan rumusan empat item ini perlu diperhatikan agar pasar yang akan disasar dapat memberikan respon yang positif.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *