Program PADI Tahap Dua, Garap Desa Wisata

Need Assesment dan Sosialisasi Program PADI Desa Kalipucang

Program Pendidikan Agrobisnis dan Agrowisata Desa Inovatif (PADI) di Desa Kalipucang Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan kini memasuki tahun ke dua. Berbeda dengan program sebelumnya yang dilaksanakan 2016 hingga 207 lalu, kini program PADI menambahkan kata “agrowisata” sehingga program ini tak hanya menguatkan pengolahan paska panen saja, namun juga mendorong terwujudnya desa wisata.

Program pada tahun sebelumnya mengajak masyarakat untuk mempelajari pemanfaatan sumber pangan yang melimpah di Desa Kalipucang. Pisang dan kopi telah berhasil menjadi olahan makanan dan sudah dipasarkan ke luar desa.

“Program (tahun) kedua ini lebih kepada bagaimana cara kita menarik perhatian wisatawan supaya berkunjung ke Desa Kalipucang,” papar Edi Purwanto saat kegiatan Need Assessment Dan Sosialisasi Program PADI (8/11/2017).

Program ini mempunyai rangkaian proses yang akan dilakukan untuk menuju cita-cita yang diharapkan. “Hal pertama yang dilakukan adalah melihat lokasi wisata yang memungkinkan,” jelas Edi disambut antusiasme masyarakat.

Berkaitan dengan dicanangkannya Desa Kalipucang sebagai desa wisata tahun 2018, seluruh elemen masyarakat diajak aktif meningkatkan pengetahuan agar nantinya tidak menghambat cita-cita yang telah dicanangkan.

“Saya mengharapkan masyarakat yang ikut program ini harus yang memiliki minat belajar dan aktif supaya tidak menghambat kegiatan karena kurangnya peserta, dan masyarakat betul-betul ditingkatkan SDM, pengetahuan dan keterampilannya sesuai dengan program PADI tahap dua,” ungkap Hariono kepala Desa Kalipucang di hadapan masyarakat desanya.

Kesuksesan dalam program ini tidak lepas dari peran masyarakat. Masyarakat adalah aktor utama dalam memajukan desa.

“Selama 6 bulan kedepan tercapai atau tidaknya tergantung dari keinginan masyarakat itu sendiri,” tutup Edi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *