Petani Kopi Kalipucang Keluhkan Problem Permodalan

Pelaksanaan asesmen desa yang dilakukan Tim Program PADI Komunitas Averroes memasuki tahap akhir. Senin (02/01) pagi, Focuss Group Discussion (FGD) profil desa dan profil pertanian dilaksanakan di titik terakhir desa asesmen, yakni Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

FGD yang dilakukan di Balai Desa Kalipucang tersebut diarahkan untuk mendalami komoditas pertanian yang ada di Kalipucang. Sebagaimana yang disampaikan oleh Edi Purwanto selaku Program Manager PADI bahwa pihaknya membutuhkan konfirmasi ulang terkait data komoditas pertanian di Kalipucang.

“Sejak tanggal 16 kemarin, perwakilan kami, Mas Tri Wahyu, telah melakukan wawancara dan penggalian data. Pada FGD ini, kami ingin menggali dan konfirmasi lebih mendalam komoditas yang paling banyak dan dirasa bisa dikembangkan di Kalipucang, terutama untuk penanganan pasca panennya,” kata Edi dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa hasil data penelitian sebenarnya sudah mengerucut pada satu komoditas unggulan. “Data hasil penelitian mengerucut pada komoditas kopi. Hanya saja, kami masih membutuhkan data riil bagaimana produksi, pengelolaan hingga penanganan pasca panen tanaman kopi. Oleh karena itu, kami mengharap nantinya ada input yang lebih detail terkait kopi,” jelasnya.

Di pihak lain, Karnadi, ketua Kelompok Tani Dwi Tunggal, membenarkan bahwa kopi merupakan komoditas utama di Kalipucang. “Secara umum, tanaman yang paling banyak dibudidayakan di Kalipucang adalah kopi, persentasenya hampir sekitar 50%,” terangnya.

Karnadi menambahkan bahwa permasalahan yang banyak terjadi di petani kopi adalah masalah modal. “Para petani kopi di sini sebenarnya sudah tau bahwa menjual kopi bubuk lebih menguntungkan daripada menjual biji kopi basah. Hanya saja para petani sering terganjal masalah dana. Lha piye, lha wong belum panen aja sudah ngutang uang ke tengkulak, otomatis nanti jual basah ke tengkulak juga,” ujarnya.

Pada FGD tersebut, hadir pula Kepala Desa Kalipucang, Hariyono, beberapa perangkat desa, perwakilan kelompok tani, perwakilan pemuda dan beberapa tokoh masyarakat setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *