Peran Pemerintah Desa dalam Sinkronisasi Program Pemberdayaan

Peran Pemerintah Desa dalam Sinkronisasi Program Pemberdayaan

Program pemberdayaan masyarakat berupa penguatan kapasitas sumber daya manusia dianggap sebagai strategi terbaik dalam meningkatkan kesejahteraan. Ungkapan tersebut muncul dari Haryono, Kepala Desa Kalipucang saat membuka acara Pelatihan Manajemen Keuangan dan Bisnis pada Selasa (25/04/2017).

Menurut Haryono, program pemberdayaan dalam bentuk bantuan tunai justru tidak bisa memajukan masyarakat. Baginya, pemerintah desa harus selektif dalam menerima program-program pemberdayaan yang masuk ke desa. Program pemberdayaan yang bersifat bantuan uang atau barang boleh diterima jika diperuntukkan bagi golongan masyarakat yang sudah benar-benar tidak bisa melakukan usaha produktif.

“Program pemerintah berbentuk bantuan barang atau uang kita berikan kepada orang-orang yang memang tidak bisa bekerja,” ujarnya.

Berbagai program pembangunan yang bisa diakses oleh desa, menurutnya adalah peluang yang harus ditangkap untuk perbaikan kondisi desanya. Haryono menuturkan bahwa pada tahun 2016, pemerintah Kabupaten memfokuskan program pembangunan dalam penyiapan sumber daya manusia terampil.

“Program Pemerintah Kabupaten itu setiap tahun berubah-ubah. Tahun 2017 dan 2018 itu kita akan memperbaiki sektor pariwisata,” lanjutnya.

Pengembangan Kalipucang sebagai desa wisata dinilai akan menguntungkan masyarakat. Desa ini direncanakan menjadi sentra agrowisata. Potensi peternakan sapi, kebun kopi, air terjun dan beragam kondisi alam yang indah akan diramu menjadi sebuah destinasi wisata yang terintegrasi. Pelaku seluruh elemen wisata ini adalah murni warga desa Kalipucang.

“Nanti juga akan saya beri batasan, selain warga Kalipucang tidak boleh berjualan di situ. Karena itu adalah gagasan pemerintah Kalipucang,” kata Haryono.

Sejauh ini pemerintah desa Kalipucang berperan penting dalam sinkronisasi program pembangunan baik yang dilaksanakan oleh pemerintah desa sendiri maupun program dari pihak luar desa. Pemerintah desa Kalipucang mampu meramu berbagai program menjadi sebuah sistem yang saling melengkapi satu sama lain.

“Dari program Averroes ini kan sudah dibelajari usaha, dibelajari bikin produk, dipelajari pengelolaan bisnis dan pemasaran. Menurut saya itu adalah bantuan terbaik. Seumpama orang butuh ikan itu gak dikasih ikannya tapi dikasih pancing atau jalanya, apalagi dikasih kolamnya malah lebih bagus,” ujar Kepala Desa yang murah senyum ini.

Himbauan dari pemerintah supra-desa untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dan menetapkan produk unggulan desa disambut hangat oleh pemerintah desa. Setelah melalui proses analisis potensi desa dan berbagai aktivitas belajar pengolahan produk-produk pertanian secara tidak langsung mempermudah langkah pemerintah desa untuk menyambut himbauan dari pemerintah Kabupaten.

“Tahun ini sudah ada edaran dari pemerintah kabupaten, desa itu harus bikin BUM Desa dan produk unggulan desa. Produk unggulan saya kira tidak repot, apa yang dibikin ibu-ibu dan bapak-bapak ini termasuk unggulan desa. Ibu-ibu tidak akan bisa bikin produk seperti ini kalau Averroes tidak ke sini. Teman-teman dari Averroes ke sini karena siapa?, ya karena pemerintah desa kan?” ujarnya sambal terkekeh.

Haryono juga menyampaikan optimisme bahwa desanya akan semakin baik dengan munculnya usahawan-usahawan berbagai produk unggulan di bidang pertanian. Ia yakin bahwa dalam beberapa tahun ke depan, desanya akan menjadi desa wisata pertanian. Dengan begitu, kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat.

“Jadi kalau semuanya sudah kita tata sedemikian rupa tinggal bagaimana sambutan warga atas upaya pemerintah desa ini. Tapi kalau saya lihat upaya masyarakat untuk berbenah sudah bagus. Umpama sepeda motor tinggal gas buanter gitu,” tukasnya. [Nasrun]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *