Penyusunan Business Plan, Langkah Awal Kesiapan Produk

Penyusunan Business Plan, Langkah Awal Kesiapan Produk

Jatiarjo dikenal subur dan memiliki banyak potensi pertanian. Hal ini membuat warga Jatiarjo mampu menghasilkan banyak produk unggulan yang siap dipasarkan. Tercatat dalam Program Pendidikan Agrobisnis Desa Inovatif (PADI), terdapat sepuluh produk olahan yang terus dikembangkan. Sepuluh produk unggulan tersebut meliputi olahan keripik mbothe, gadung, ubi kayu, gathem, pisang, ting-ting jahe, gula kacang, carang mas, samiler dan kopi.

Sepuluh produk tersebut sudah diluncurkan di pasaran desa Jatiarjo dan sekitarnya. Tinggal menunggu izin Pangan-Industri Rumah Tangga (P-IRT), produk-produk tersebut siap dipasarkan secara lebih luas.

Guna mempersiapkan perencanaan kegiatan usaha yang lebih besar, Averroes kembali menggelar kegiatan Sekolah Inovasi Tani Indonesia (SITI) pertemuan ke-10 bertajuk “Penyusunan Business Plan” pada Senin,  (17/04/2017).

Acara yang dihelat di Balai Desa Jatiarjo, Prigen, Pasuruan ini dimulai dengan diskusi ringan terkait penguatan kelembagaan dan manajemen produksi. Peserta diajak untuk membentuk sebuah lingkaran.  Pasca itu, M. Aris Fahmi selaku fasilitator lapang Jatiarjo memandu jalannya diskusi.

“Manajemen usahanya nanti seperti apa, pemasarannya bagaimana, apakah swadaya atau kelompok, diskusi ini berfungsi untuk memperkuat manajemen produk keripik,” tutur Aris memancing pendapat dari para peserta.

Syamsuri, salah seorang peserta SITI Jatiarjo menyatakan bahwa kesiapan kelembagaan adalah hal penting untuk diperhatikan sebelum dimulainya penyusunan businnes plan. Terlebih usaha berbasis kelompok masyarakat yang dimiliki oleh banyak orang akan rawan konflik jika tidak direncanakan secara matang di awal pembentukan.

“Sebelum bicara business plan lebih jauh, kita bicara keorganisasian dulu. Ngomong soal bisnis muluk-muluk sementara kekuatan kita seperti ini nggeh mboten jalan,” jelasnya.

Setelah membahas mengenai keorganisasian, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyusunan business plan. Dalam sesi ini, peserta berjumlah 25 orang tersebut kemudian dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan tugas masing-masing dalam Kelompok Kerja Produk Keripik Bu Tani.

Fahrul Ulum, anggota tim fasilitator Averroes, memaparkan bagaimana cara penyusunan business plan yang baik dan sistematis. Mulai nama usaha, struktur usaha hingga analisis biaya dipaparkan secara lengkap.

“Keberadaan business plan sangat penting ketika akan memulai suatu usaha. Selain untuk mempersiapkan manajemen yang baik, business plan juga berfungsi untuk dokumen profil usaha,“ terang pemuda yang akrab disapa Ruben ini.

Ruben melanjutkan bahwa business plan juga berfungsi  untuk menganalisis kelayakan dan keberlanjutan usaha tersebut. Dokumen ini perlu disusun guna melihat apakah sebuah usaha layak untuk dilanjutkan atau harus dihentikan.

“Selain analisa kelayakan usaha, business plan ini posisinya akan sangat penting untuk menarik pasar dan investor,” imbuhnya. [Diyah]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *