Pemuda dan Pembangunan Desa

Pemuda dan Pembangunan Desa jatiarjo, Prigen Pasuruan

Bicara masalah pemuda adalah bicara masa depan. Kedudukan dan peran pemuda sangatlah penting dalam setiap aspek pembangunan. Dengan jiwanya, pemuda tak hanya mempunyai mimpi, akan tetapi, lebih dari itu pemuda mempunyai semangat dan daya dobrak yang bisa diandalkan. Di tangan pemudalah cita-cita dan harapan bangsa digantungkan. Bung Karno pernah berkata “Seribu orang tua hanya bisa bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia” (Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia)

Darah yang mengalir pada jiwa muda memang selalu berkobar-kobar. Kobaran api ini sudah semestinya di manfaatkan dengan baik. Bila api yang sedang menyala dan berkobar-kobar digunakan untuk hal-hal positif sudah barang tentu akan memberi manfaat. Kita tahu setiap terjadinya gerakan revolusioner tak lain pemudalah yang menjadi aktor utamanya.

Seperti yang sudah digambarkan di atas, Desa Jatiarjo, salah satu desa yang menjadi tuan rumah program Pendidikan Agrobinisnis Desa Inovatif (PADI). Anak-anak mudanya mempunyai semangat yang luar biasa untuk membangun desanya. Hal ini terbentuk karena pemuda Desa Jatiarjo mempunyai mimpi dan harapan yang besar untuk kemajuan masyarakatnya. Mimpi dan harapan yang besar untuk memberikan kemaslahatan untuk lingkungannya.

Dalam banyak hal di Desa Jatiarjo, pemudalah yang mempunyai antusiasme untuk menuju perubahan termasuk pada dunia pertanian. Mereka sadar bahwa mereka mempunyai kesempatan untuk melakukan banyak inovasi di bidang pertanian.

Pada setiap bidang-bidang dalam kehidupan sehari-hari pemuda Jatiarjo selalu hadir untuk menjadi perintis dan pelaku utama. Dalam bidang pertanian, terdapat Qusairi yang mempunyai kesempatan belajar pertanian dan live in di Jepang. Dalam bidang pelatihan dan outbond ada Nuroso Adi yang menjadi penggeraknya. Dalam bidang seni dan budaya ada Syamsuri Ali yang menekuni dunia seni membatik. Dalam bidang inovasi pertanian dan pemasaran produk kopi, ada Renza Saputra sebagai pelaku dan ahlinya. Dalam bidang desain bangunan ada Imam Bukhori sebagai pakarnya, dan masih banyak pemuda-pemuda lain yang memiliki kemampuan yang tak kalah hebatnya.

Nuroso Adi, ketua kelas Sekolah Inovasi Tani menyadari betul betapa kayanya Desa Jatiarjo jika dilihat dari segi Sumber Daya Manusia. “Sebenarnya kita mempunyai banyak aset, akan tetapi kita belum bisa bersatu. Untuk itu kita mencoba memulai perubahan untuk kemajuan desa melalui pemuda.”

Dalam program PADI kali ini sebagian besar pesertanya adalah kawula muda yang ingin membangun desanya. Mereka mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan semangat yang tinggi untuk belajar. Mimpi dan harapan mereka sangat besar dan merekalah yang menggerakkan masyarakat selama ini.

Suharno, Ketua BPD Desa Jatiarjo menyambut baik semangat anak-anak muda desa ini. Di tangan pemudalah pembangunan desa ini diteruskan. Dengan begitu harapan untuk kemajuan Desa Jatiarjo di masa depan semakin menemukan titik terangnya.

“Anak-anak muda desa sini mempunyai semangat yang tinggi. Saya senang, seperti dengan keikutsertaan mereka dalam kegiatan SITI ini. Ini sangat bagus. Yang terpenting itu positif, daripada mereka terjebak dalam hal-hal yang tidak baik,” ungkapnya. [Aris]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *