Pelatihan Analisis Potensi: Cerita Sukses dari Jatiarjo

Sosok Moch Th'im, ketua kelompok tani Rejo Tani

Sebagai langkah awal memulai kegiatan Sekolah Inovasi Tani Indonesia (SITI), Tim Pendidikan Agrobisnis Desa Inovatif (PADI) laksanakan Pelatihan Analisis Potensi Desa dan Pertanian. Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, kebagian jatah pertama pelaksanaan pelatihan tersebut.

Pelatihan yang dilaksanakan di Balai Desa Jatiarjo ini dibuka secara simbolik oleh Abdul Munir, Bagian Perlindungan Masyarakat (Linmas) Pemerintah Desa Jatiarjo. Dalam sambutannya, Munir menjelaskan bahwa pihaknya bergembira atas dimulainya Siti di Jatiarjo.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Tim Padi dari Averroes. Kami optimis bahwa program ini akan memberikan manfaat yang baik bagi Jatiarjo,” katanya.

Pasca pembukaan, pelatihan yang difasilitasi oleh Edi Purwanto langsung diarahkan untuk menggali cerita-cerita sukses peserta. Menggunakan metode berpasangan, para peserta diminta menggali informasi dan cerita sukses teman pasangannya untuk kemudian dipresentasikan di depan forum. Berikut adalah beberapa cuplikannya;

“Dahulu saya sebagai anak yang masih kecil di sini sangat terinspirasi oleh Mas Samiron (Ahmad Khoiron), karena pada waktu itu Mas Samiron adalah tokoh pemuda yang bisa atau sanggup mempersatukan warga Dusun Tonggowa. Selain itu, Mas Samiron ini dalam salah satu acara sanggup mendatangkan Pak Bupati ke Dusun Tonggowa. Bagi kami masyarakat desa, hal ini sangat luar biasa,” terang Saiful Islam.

“Mas Shihab (Shihabul Millah) ini adalah guru MTs di Dusun Tonggowa. Selain itu, Mas Shihab ini adalah petani yang hebat karena pernah dikirim belajar pertanian di Malaysia. Mas Shihab sangat faham sekali tentang pertanian organik,” ujar Imam Bukhori.

”Cerita Cak Tha’im (Mochammad Tha’im) ini bermula dari buruh tani. Dengan semangat dan kerja kerasnya, sekarang sudah menjadi petani sukses. Bahkan sekarang menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani Rejo Tani,” kata Suprayitno.

Setelah satu-persatu mendapatkan kesempatan bercerita, forum dilanjutkan pada sesi simulasi analisis aset dan potensi desa. Edi yang memimpin forum menjelaskan bahwa simulasi ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisa aset dan potensi yang dimiliki oleh Desa Jatiarjo.

“Selama ini mungkin tidak semua orang tau tentang seluruh aset dan potensi desa. Nah, dalam analisis potensi ini nantinya akan didapatkan inventarisir seluruh data aset dan potensi desa di Jatiarjo. Tidak hanya itu, nantinya kita akan bersama-sama menganalisis lebih dalam apa potensi, tantangan hingga strategi yang ada pada masing-masing aset,” papar Edi.

Pelatihan berakhir pada pukul 14.36 WIB setelah sesi presentasi hasil simulasi analisis potensi. Sebelum ditutup, 28 peserta yang hadir diminta untuk melakukan pemilihan ketua kelas. Lewat pemilihan yang demokratis, Nuroso Adi terpilih menjadi ketua kelas Siti Jatiarjo. (Aris)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *