Musyawarah Desa Kalipucang Sepakati Kopi dan Pisang Sebagai Komoditas Unggulan

Kamis (23/2/2017), Pemerintah Desa (Pemdes) Kalipucang laksanakan Musyawarah Desa (Musdes). Dalam Musdes tersebut, terdapat dua agenda pembahasan. Pertama, Musyawarah terkait hasil analisis potensi peserta Sekolah Inovasi Tani Indonesia (SITI). Kedua, Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Desa.

Agenda pertama langsung diawali dengan penentuan komoditas pertanian yang akan dijadikan sebagai komoditas unggulan desa. Pada pelaksanaannya, Nunuk Irawati, perwakilan peserta SITI menjelaskan bahwa hasil analisis potensi yang telah dilakukan merujuk dua komoditas utama untuk dikembangkan.

“Jadi, sebagaimana hasil analisis potensi yang dilakukan oleh teman-teman SITI, kemarin sepakat bahwa kopi dan pisang akan dijadikan komoditas unggulan untuk dikembangkan,” terang Nunuk di depan forum.

Pasca pemaparan oleh Nunuk, forum nampak riuh manakala ada salah satu peserta yang melemparkan pendapat untuk menambahkan komoditas lain. Menanggapi hal tersebut, Kumanan, Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Kalipucang, menambahkan bahwa ada beberapa komoditas lain yang bisa dikembangkan.

“Ini kan forum musyawarah bersama. Kalau memang ada tambahan ya ndakpapa. Ini kan nantinya untuk dikembangkan bersama pemerintah desa. Bisa saja ditambahkan komoditas lain yang juga melimpah di Kalipucang, misalnya Nangka,” ujarnya.

Hariyono, Kepala Desa (Kades) Kalipucang, menyampaikan rasa bahagianya melihat forum Musdes berlangsung ramai. “Berkat SITI dan teman-teman Averroes, sekarang sudah banyak sekali warga yang berani berbicara dan juga mengkritik, dan alhamdulillah kritikannya membangun. Ini bagus sekali karena sudah tiga tahun selama menjabat Kades belum pernah dikritik sampai sekarang,” ungkapnya.

Menurut Hariyono, pelaksanaan SITI dirasa sedikit banyak telah membuka mata hati, pikiran dan juga rasa ingin membangun desa. Selain itu, pihaknya bersama aparatur desa akan berkomitmen untuk membangun dan mendukung segala bentuk kegiatan masyarakat dan kelompok tani dalam mengembangkan potensi desa Kalipucang.

Lebih lanjut, Hariyono menambahkan bahwa pasca masuknya SITI, partisipasi masyarakat dan juga kelompok tani di Desa Kalipucang menjadi meningkat. Ia pun menyampaikan harapannya akan keberadaan kelompok tani yang ada di Kalipucang.

“Harapan saya semua mendapat keuntungan sama. Jangan seperti KUD, lha wong KUD itu Ketua Untung Disik. Karenanya, nanti akan kita dorong pengembangan ini dari Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD),” jelas Hariyono.

Setelahnya, agenda Musdes dilanjutkan dengan agenda kedua yaitu Rakor Pemerintah desa. Rakor ini dilaksanakan sebagai sosialisasi tentang Peraturan Bupati (Perbup) No.2 Tahun 2017 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Rakor ini diawali dengan pengantar dari Kholik selaku Sekretaris Desa (Sekdes) dan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai perubahan SOTK.

“Pemerintah Desa Kalipucang saat ini terdiri dari Kades, Sekdes, 4 Kaur (Kepala Urusan), 3 pelaksana teknis dan 3 Kasun (Kepala Dusun). Ini yang nantinya menurut Perbub 2 tahun 2017 tentang SOTK akan direkonstruksi menjadi 3 Kaur, 3 Kasi (kepala Seksi) pengganti pelaksana teknis,” ucapnya.

Selain sosialisasi Perbub no.2 tahun 2017, agenda kedua ini juga sekaligus sebagai agenda pembacaan restruksturisasi dan reformasi perangkat yang dibacakan langsung oleh Hariyono. Berikut adalah hasil restrukturisasi posisi Pemerintahan Desa Kalipucang:

  • Kaur Tata Usaha dan Umum dijabat oleh Suwarto
  • Kaur Keuangan dijabat oleh Didik Asmara
  • Kaur Perencanaan dijabat oleh Mustofa
  • Kasi Pemerintahan dijabat oleh Kumanan
  • Kasi Kesejahteraan Rakyat dijabat oleh Supardi
  • Kasi Pelayanan dijabat oleh Khusaini
  • Operator dijabat oleh Musyafa

 

Oleh: Rahmad Mardi H.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *