Mimpi Petani Kalipucang dalam Membangun Desanya

Proses Pembuatan Peta Komodias Pertanian Desa Kalipucang

“Mimpi di siang bolong” adalah ungkapan yang cocok untuk menggambarkan aktivitas warga Desa Kalipucang, Kecamatan Prigen, Pasuruan pada Selasa (14/02/2017). Mimpi di siang hari tersebut bukan mimpi tanpa arti. Para Warga, yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan peternak ini merumuskan mimpi atau visi pembangunan desa pertanian.

Acara yang secara formal bertajuk Analisis Potensi Desa Tahap ke Dua ini diselenggarakan di Balai Desa Kalipucang. Pada kesempatan tersebut,  berbagai macam harapan pembangunan desa disampaikan secara bergantian oleh warga desa. Tidak ada batasan bagi mereka dalam menyampaikan mimpinya guna memajukan desa. Meski demikian, mereka juga harus tetap realistis menetapkan visi atau mimpinya.

Mimpi-mimpi yang mereka sampaikan tidak serta merta muncul begitu saja. Hasil analisis potensi dan aset desa pada pertemuan sebelumnya digunakan sebagi bahan bagi warga dalam menyusun visi yang mereka inginkan. Dengan demikian mereka sebenarnya memiliki landasan kuat dalam memikirkan pembangunan desa di masa mendatang.

Tri Wahyu Widarto, fasilitator yang ditunjuk untuk mendampingi warga Desa Kalipucang membimbing warga untuk mendeskripsikan mimpi-mimpi tersebut dalam bentuk ilustrasi gambar. Gambar tersebut selanjutnya di presentasikan di depan kelas oleh masing-masing perwakilan kelompok.

Menurut pria asal Yogyakarta ini, warga sangat termotivasi dalam menyusun mimpi mereka lima sampai sepuluh tahun ke depan.

“Warga mulai melihat potensi-potensi yang ada di sekelilingnya dan potensi yang bisa dikembangkan bersama-sama di masa mendatang,” tuturnya sambil menikmati kopi asli dari Kalipucang.

Tri menjelaskan bahwa mimpi warga Kalupucang tak lepas dari sektor pertanian, peternakan dan perikanan yang telah mereka lakukan selama ini. Meski bermacam-macam, semua mimpi bermuara pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

“Secara garis besar yang mereka mimpikan bahwa desa Kalipucang semakin maju dalam pembangunan dan ekonomi. Sektor pertanian, peternakan dan perikanan dapat berkembang dengan baik dan semakin maju,” jelasnya usai menunaikan tugasnya sebagai fasilitator.

Dinda, sebagai perwakilan warga desa memaparkan mimpi yang telah disusun bersama-sama. Ada enam poin pokok tentang gambaran mimpi-mimpi tersebut:

Pertama, tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk memberikan perhatian lebih terhadap pendidikan. Ada kepercayaan bahwa segala upaya pembangunan tidak akan berhasil ketika tidak didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Maka pendidikan diyakini sebagai satu-satunya jalan untuk menciptakan SDM yang berkualitas.

Kedua, adanya usaha pengolahan hasil pertanian sebagai upaya meningkatkan nilai tambah bagi para petani. Hasil pertanian terutama pisang sangat melimpah. Meski demikian, pisang tersebut hanya dijual dalam bentuk primer. Pengolahan pisang menjadi keripik, selai dan tepung pisang diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi para petani. Sehingga dengan menjual produk-produk olahan para petani mampu mendapatkan keuntungan lebih.

Ketiga, terciptanya manajemen pemasaran produk yang baik. Termasuk tersedianya produk yang kompetitif di pasaran. Dengan demikian proses produksi akan dapat berjalan berkelanjutan.

Empat, kembali hidupnya pertanian kopi di desa kali pucang sebagai branding desa yang membanggakan. Desa akan dijadikan tempat wisata edukasi komoditas kopi.

Lima, berkembangnya sektor perikanan desa. Banyak rumah warga yang memiliki pekarangan yang luas. Potensi lahan ini bisa dimanfaatkan sebagai kolam budi daya ikan lele atau ikan mujair.

Enam, membangun kampung susu sebagai wahana wisata edukasi pengolahan susu. Hampir setiap warga desa Kalipucang memiliki sapi perah. potensi tersebut sudah dilirik untuk mencoba mengembangkan desa wisata edukasi pengolahan susu. Wisata edukasi inilah yang nantinya bisa memunculkan citra desa Kalipucang sebagai desa penghasil susu di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Selain enam poin tersebut, Dina juga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur sangat penting dalam menunjang aktivitas warga.

“Bukan hanya jalan yang harus segera diperbaiki, ketersediaan jaringan internet akan membantu dalam membangun pertanian. Kita bisa jual hasil pertanian lewat online,” pungkasnya. [seno]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *