Kampung Kopi Jatiarjo Selenggarakan Festival Kopi dan Pencak Silat

Pasuruan – Minggu kemarin (4/11) ratusan orang berduyun-duyun datang ke lapangan Kampung Kopi Desa Jatiarjo. Mereka menyaksikan gelaran festival kopi dan pencak silat yang digelar sehari penuh. Walaupun cuaca begitu menyengat, masyarakat yang datang tetap bersemangat. Festival dibuka pada pukul 9.30 pagi oleh Evira yang mewakili Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan.

Acara dimulai dengan sesi sambutan. Sareh Rudianto selaku Kepala Desa Jatiarjo mengharapkan agar kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik. Ia juga mengatakan terima kasih atas dukungan dari semua pihak.

“Selamat datang pada para peserta dan tamu undangan. Kami menyuguhkan festival kopi dan pencak silat. Akan ada kopi gratis yang merupakan kopi khas Jatiarjo,” ujar Sareh pada sambutannya.

Harapan Sareh juga didukung oleh Evira yang mewakili Dinas Pertanian. Dalam sambutannya, Evira mengatakan bahwa Desa Jatiarjo yang terletak di Kecamatan Prigen merupakan salah satu wilayah potensi kopi. Ia mengharapkan agar anak muda bisa memiliki kontribusi besar terhadap pertanian kopi.

“Kami mohon geliat pertanian kopi ini juga dari pemuda yang ikut kelompok tani. Karena nantinya sasaran dari Dinas Pertanian nantinya adalah Kelompok Pertanian,” Harap Evira di tengah-tengah sambutannya. Pasca sambutannya berakhir, ia meresmikan jalannya acara dengan memotong pita di atas panggung.

festival kopi

Pasca seremoni pembukaan, festival pencak silat dan kopi dimulai. Festival kopi berlokasi di pendopo Kampung Kopi, sementara festival pencak silat berlokasi di panggung yang terletak di lapangan Dusun Tonggowa.

Pada festival kopi, sebanyak kurang lebih puluhan ibu Desa Jatiarjo mempraktikkan cara membuat kopi. Mereka menyangrai kopi terlebih dahulu, hingga sampai pada cara menumbuknya.

Hasil dari proses mengolah kopi ini disajikan pada peserta. Sebanyak hampir 1000 kopi diberikan secara gratis kepada peserta guna mempromosikan cita rasa Kopi Jatiarjo.

Di panggung utama, festival pencak silat juga menarik perhatian penggemar seni. Beberapa perguruan di Kabupaten Pasuruan menampilkan seni pencak silat baik beregu maupun individu. Tak tanggung-tanggung, bahkan anak-anak yang masih berusia di bawah 10 tahun juga turut meramaikan jalannya acara.

Festival Pencak Silat

Sintia, salah seorang pengunjung dari Malang menyebutkan bahwa acara festival ini sangat menarik. Jauh-jauh dari Malang ia memang ingin menyaksikan proses pembuatan kopi secara tradisional. Namun ia memberikan masukan kepada panita terkait desain kegiatan dari festival kopi.

“Harusnya barista-barista bisa kumpul disitu. Kita bisa mencicipi kopi yang telah dibuat. Sayangnya sampai siang ini saya belum melihat mereka datang dan membuatkan kopi. Tapi secara keseluruhan udah bagus,” ungkapnya ketika ditemui di sebelah pendopo kampung kopi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *