Gerbo: Desa dengan Potensi dan Keindahan Alam yang Tersembunyi

Kabupaten Pasuruan menyimpan kekayaan alam, seperti halnya Gerbo, sebuah desa di Kecamatan Purwodadi. Desa Gerbo terdiri dari enam dusun, yakni Dusun Lorkali, Tengah, Kejoren, Jajang, Pagergunung dan Rejopasang. Desa ini memiliki kontur perbukitan dengan pemandangan alam persawahan yang sungguh menakjubkan.

Program Pendidikan Agrobisnis dan Agrowisata Desa Inovatif (PADI) oleh Komunitas Averroes bekerjasama dengan Sampoerna dan Kabupaten Pasuruan berupaya menyejahterahkan ekonomi melalui revitalisasi pasar, peningkatan produk pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan. Memasuki program tahun ke 3, program ini akan melakukan pendampingan dan penguatan di tujuh desa sasaran di Kabupaten Pasuruan. Salah satunya dilakukan di desa dampingan baru, yakni di Desa Gerbo.

Potensi Pertanian dan Peternakan

Lalu, potensi apa saja yang dimiliki Desa Gerbo? Desa Gerbo memiliki potensi di bidang pertanian dan peternakan. Pertanian yang diusahakan oleh masyarakat di Desa Gerbo adalah jenis sayuran yakni kobis dan wortel. Selain itu, tanaman kopi juga dibudidayakan di desa ini.

Masyarakat Gerbo berpenghasilan dari bekerja sebagai petani, peternak dan pengepul sayuran. Mereka memasarkan sayuran melalui proses pembersihan dan pengemasan. Sayuran itu dikirim ke wilayah lain seperti ke Pasar Porong, Kabupaten Sidoarjo dan Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Para pengepul mengambil sayur, membersihkan, kemudian mengemas sejumlah minimal 40kg. Selain itu, untuk suplai kekurangan sayuran, mereka mendatangkan stok sayur dari Kecamatan Tutur dengan jumlah sekitar 20-30 mobil pickup.

Potensi terbesar kedua di Desa Gerbo adalah peternakan sapi perah. Sebesar 40% masyarakat merupakan peternak yang berada di wilayah Dusun Kejoren dan Rejopasang. Mereka menyetorkan panen susu ditampung oleh KUD  yang dilakukan setiap 10 hari. Adapun jumlah ternak yang rata-rata dipelihara masyarakat minimal berjumlah 2 atau 3 ekor sapi. Satu ekor sapi yang baik mampu menghasilkan susu sejumlah 25 liter dengan proses peras sebanyak dua kali yakni pagi dan sore. Penghasilan dari menyetor susu ke KUD terkadang harus dipotong oleh biaya untuk makanan ternak. Para peternak menjadi mata pencaharian masyarakat di Dusun kejoren dan Rejopasang. Sapi yang mereka pelihara untuk ternak adalah milik sendiri, KUD maupun milik tetangga. Penghasilan menyesuaikan harga beli susu per liternya. Sebagai misal, harga beli sus per liter sebesar Rp. 3.800,-.

Potensi Olahan Pangan dan Produk Kreatif

Di bidang pengolahan pertanian, sejauh ini masyarakat Gerbo telah memproduksi beberapa jenis produk olahan pertanian. Diantaranya adalah pethulo, krupuk dari singkong, dan samiler, serta gerit (nasi jagung). Adapula olahan kripik berbahan ketela. Potensi lainya, kerajinan tas dan sepatu di dusun Tengah. Beberapa produk olahan ini diproduksi oleh industri rumahan, individu serta melalui unit usaha kelompok tani.

Menurut Aijin, ketua GAPOKTAN Sumber Tani Desa Gerbo, terdapat dua belas kelompok tani. Namun demikian, tidak seluruh kelompok tani itu bergabung di gabungan kelompok tani. Beberapa produk olahan yang sudah mulai dipasarkan adalah kopi oleh Kelompok Tani Tunas Sari, nasi jagung instan oleh Kelompok Wanita Tani Rimba Mas, dan virgin coconut oil  (minyak alami) oleh GAPOKTAN Sumber Tani. Namun demikian, hanya beberapa produk di atas telah diedarkan di pasaran dengan legalitas seperti ijin P-IRT.

Salah satu anggota, yakni kelompok tani bernama Rimba Mas telah meraih juara pertama lomba kelompok tani tingkat nasional dan langsung ditemui oleh wakil presiden Jusuf Kalla.  Dari kejuaraan itulah kelompok tani desa Gerbo telah mendapat perhatian dari beberapa kelompok tani daerah lain untuk belajar/studi banding.

Realita di atas telah menunjukkan bahwa Desa Gerbo memiliki berbagai potensi bahkan prestasi dibidang pertanian. Bahkan, menurut penuturan Bambang JTW, ketua Bumdes Nyawiji, Desa Gerbo, desa telah memiliki kemampuan untuk mengolah dan memproduksi hasil-hasil pertanian. Namun demikian, produk olahan pertanian itu terkendala market dan bahan baku.

Sebagai misal, sektor pertanian telah memiliki jaringan pemasaran dengan salah satu toko ritel waralaba. Namun demikian, para petani tidak bisa memasok secara kontinyu hasil/olahan produk pertanian. Kendala itu salah satunya disebabkan oleh cuaca-musim panen yang tidak menentu dalam proses panen bahan baku. Dengan demikian perlu adanya teknologi serta inovasi tepat untuk keberlangsungan budidaya.

Desa gerbo memiliki berbagai potensi dan prestasi yang mampu menjadi semangat dan motivasi dalam komitmen membangun desa. Harapannya, terjadi sinergi antara masyarakat desa, stakeholder desa, daerah dan pusat  hingga organisasi masyarakat sipil seperti halnya komunitas Averroes dalam membangun kesejahteraan desa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *