Gelar Sarasehan Tani Supaya Para Petani Tidak Terlupakan

JawaPos.com – Seiring berjalannya waktu, prestasi cemerlang pertanian Indonesia memudar. Lahan pertanian semakin menyempit, minat penduduk untuk bertani semakin menurun. Ditambah dengan sulitnya mendapatkan sarana produksi dan pupuk, membuat petani Indonesia berangsur semakin miskin.

Salah satu kegiatan Sarasehan Tani diisi dengan Festifal Nggoreng Kopi

Data statistik mencatat, pada 2016 sebanyak 27,7 juta jiwa penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Dari angka itu, 17,2 juta orang berada di wilayah pedesaan. Hal ini menunjukkan petani yang tinggal di desa jauh dari kata sejahtera.

Di tengah keterpurukan petani, Indonesia mengimpor tanaman pangan sebesar 74 persen dari total aktivitas pemerintah. Memang, ada tanaman perkebunan yang diekspor oleh Indonesia. Sayangnya produk perkebunan itu dikirim ke luar neger dalam bentuk bahan mentah.

Turunnya minat generasi petani turut menambah rentetan permasalahan pertanian. Dapat disimpulkan bahwa minat usia produktif pada sektor pertanian kian berkurang. Mereka lebih tertarik bekerja pada sektor non-pertanian. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka 10 tahun lagi, pertanian Indonesia akan semakin terpuruk.

Atas dasar itu, maka Komunitas Averroes bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Sampoerna untuk Indonesia menyelenggarakan acara Sarasehan Tani dengan Tema ‘’Membangun Sinergi, Menguatkan Petani” pada 28 sampai 30 Juli 2017 di Wisata Kampung Kopi Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Forum itu mempertemukan berbagai stakeholder untuk saling bertukar pengalaman gagasan dan ilmu pengetahuan demi menciptakan perbaikan kondisi pertanian Indonesia. Sinergi penting, karena ini merupakan upaya mendasar yang harus diwujudkan guna mencapai perbaikan pertanian dan mencapai kesejahteraan petani secara lebih luas.

Sarasehan Tani ini dihadiri lebih dari 500 peserta dan terbagi dalam dua forum yakni Sarasehan Nasional dan kelas inovasi petani. Pada kelas inovasi petani, para peserta diperkenankan untuk memilih tema apa yang akan diikuti. Selain sesi sarasehan dan kelas, juga akan dihelat festival nggoreng kopi dan ngudek kopi.

Direktur Averroes Soetomo mengatakan bahagia dan bangga atas terselenggaranya acara ini. ‘’Sarasehan Tani adalah upaya Averroes untuk membangun kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi-potensi yang ada. Semoga ke depannya, petani Indonesia makin sejahtera, ‘’ katanya.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menambahkan bahwa Desa Jatiarjo merupakan desa harapan. ‘’Jarang menjumpai acara sebesar ini bertempat di pedesaan.  Namun dengan segala potensi dan kekayaan SDM serta SDA yang dimiliki masyarakat, acara Sarasehan Tani ini bisa terselenggara. Saya ikut bangga dan sangat mengapresiasi acara ini,” katanya.

Sumber: http://www.jawapos.com/read/2017/08/01/148049/gelar-sarasehan-tani-supaya-para-petani-tidak-terlupakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *