Garap Pemberdayaan Pasca Panen, Komunitas Averroes Gelar Workshop Perdana

Proses Diskusi Saat Workshop Program

Kedatangan Averroes ke desa sasaran bukan untuk mengganti atau menggurui petani. Tetapi juga untuk melestarikan nilai baik yang ada di sana. Perbincangan di atas mencuat pada workshop yang dilaksanakan oleh Komunitas Averroes, Selasa-Rabu (29-30/11/2016) di Bess Resort & Waterpark Hotel and Convention, Lawang.

Kegiatan yang dilaksanakan untuk menyongsong program pemberdayaan masyarakat pertanian di Kabupaten Pasuruan ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pasuruan, Bapemas Kabupaten Pasuruan, perwakilan BPD, dan tokoh masyarakat desa-desa di Kabupaten Pasuruan.

“Ada beberapa desa yang sesuai secara prasyarat program. Desa Maslahat bisa jadi salah satu pilihan yang masuk. Selain itu juga sesuai dengan program Pemkab Pasuruan,” terang Woko, aktivis pemberdayaan masyarakat Kecamatan Tutur Pasuruan.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Edi Purwanto di depan forum, Program Pendidikan Agribisnis Desa Inovatif (PADI) yang digagas Komunitas Averroes direncanakan akan fokus pada kegiatan pasca panen.

“Program ini nantinya akan fokus pada sentuhan pasca panen. Mulai dari sortir atau pemilahan, packaging, labeling, hingga sentuhan pengolahan pasca panen,” jelas Edi.

Perwakilan dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan, Agus Yasit, menjelaskan bahwa permasalahan pasca panen yang selama ini muncul di masyarakat petani Kabupaten Pasuruan adalah ketersediaan pasar.

“Sebenarnya, berbagai pelatihan telah dilaksanakan. Hanya saja masalah yang terjadi adalah keberadaan pasar untuk pemasaran produk tersebut,” ungkap Agus.

Senada dengan hal tersebut, Tri Irawan, Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pasuruan, menjelaskan, pihaknya juga memiliki program pengembangan ekonomi masyarakat pertanian, terkhusus kegiatan pasca panen.

“Kami dari Dinas Koperasi dan UMKM juga seringkali melaksanakan pelatihan pasca panen untuk petani. Masalahnya adalah petani belum terbiasa,” ungkapnya.

Selain para peserta tersebut di atas, workshop perdana yang dilaksanakan Komunitas Averroes ini juga dihadiri oleh M. Rokhimin dan Rusdiono, perwakilan HM Sampoerna, Sutomo (Ketua Komunitas Averroes) dan beberapa pengurus Komunitas Averroes lainnya.

 

Detail Informasi Kegiatan:
Judul Kegiatan: Workshop Program Innovative Rural Agribusiness Education
Waktu: 29-30 November 2016
Tempat: Bess Resort & Waterpark Hotel and Convention, Lawang
Peserta: Komunitas Averroes, PIC PT. HM Sampoerna, Stakeholder Desa, Tenaga Ahli Pendamping Desa, Pemerhati Pertanian, LPPNU Cabang Bangil, Perwakilan Dinas Pertanian, Bappemas dan Dinkop UMKM Kabupaten Pasuruan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *