Festival Nggoreng Kopi Tandai Peresmian Desa Wisata Kopi di Pasuruan

Pasuruan – Sebuah Festival Nggoreng Kopi diadakan di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Festival ini sengaja digelar menandai peresmian Desa Jatiarjo sebagai Desa Wisata Kampung Kopi Kabupaten Pasuruan.

Festival Nggoreng Kopi diikuti puluhan ibu. Sebagian besar peserta yang mengikuti festival tampak sudah terbiasa dan terlatih mengolah kopi secara tradisional.

Begitu dimulai, para peserta secara cekatan memilih dan memilah biji kopi. Biji kopi yang baik dimasukkan ke dalam penggorengan yang sudah disiapkan di atas tungku.

Biji-biji kopi pilihan digoreng dengan api yang dihasilkan dari kayu bakar. Selama proses penggorengan, para peserta menghindari penggunaan api yang terlalu besar. Biji-biji kopi di dalam tungku terus diaduk agar matang merata.

Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit mengaduk biji-biji kopi hingga secara visual warnanya berubah coklat-kehitaman. Aroma kopi pun memenuhi udara sekitar lokasi festival.

Setelah dianggap matang, biji-biji kopi ditumbuk dengan lumpang, sebuah peralatan tradisional untuk menghasilkan bubuk kopi. Tak butuh waktu lama, biji-biji kopi di dalam lumpang berubah menjadi bubuk kopi halus siap seduh.

Para peserta menyeduh bubuk kopi yang mereka hasilkan dengan air panas. Aroma kopi pun menggoda selera pengunjung. Sejumlah orang tak terkecuali detikcom berkesempatan mencicipi kopi yang diseduh langsung oleh para peserta. Hemmm… Maknyus!

Suasana Festival Goreng Kopi Jatiarjo

Wartini (35), salah seorang peserta mengungkapkan para ibu di desanya masih mempertahankan cara tradisional saat mengolah kopi karena dianggap bisa mempertahankan aroma dan rasanya. Jika menggunakan mesin modern, ada rasa dan aroma kopi yang hilang saat proses pengolahan.

“Rasanya ini berbeda kalau ditumbuk, aroma kopinya lebih nikmat, beda dengan mesin,” kata Wartini, Minggu (30/7/2017).

Kecamatan Prigen merupakan salah satu penghasil kopi di Kabupaten Pasuruan selain tujuh kecamatan lain. Melalui festival dan peresmian Desa Wisata Kopi tersebut, masyarakat diharapkan bisa mendapatkan pemasukan dari kunjungan wisatawan, selain pastinya dari hasil panen kopi.

Kepala Desa Jatiarjo Sareh Rudianto mengatakan, peresmian Desa Wisata Kampung Kopi Jatiarjo ini merupakan sebuah anugerah. Ia berjanji akan melakukan pengembangan desa wisata.

“Yang kami tawarkan itu lebih kepada edukasi dalam pembuatan kopi. Artinya, kami akan menawarkan paket liburan ke pengunjung mulai dari cara menggoreng, menumbuk, hingga menyajikan kopi. Itu yang akan kami berikan ke pengunjung,” jelasnya.

Festival Nggoreng Kopi dan peresmian Desa Wisata Kopi Jatiarjo ini digelar bersamaan dengan Sarasehan Tani Nasional dengan tema “Membangun Sinergi, Menguatkan Petani” di desa setempat.

Sarasehan yang diselenggarakan Pemkab Pasuruan, Komunitas Averroes dan beberapa mitra strategis, diikuti sekitar 500 peserta dari latar belakang pekerjaan dan profesi yang berbeda. Sarasehan ini dibuka oleh Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf.

“Saya merasa bangga dengan acara sarasehan ini karena semua pihak terlibat memikirkan petani. Ada dua hal mendasar terkait pertanian yang harus dikelola dengan baik, yakni alam dan manusia. Bagaimana potensi alam yang melimpah di sebuah tempat dapat benar-benar dimanfaatkan hingga benar-benar menjadi sumber penghidupan dan kesejahteraan untuk masyarakat sekitar,” kata Irsyad.

Desa Jatiarjo, kata pria yang akrab disapa Gus Irsyad ini, merupakan satu dari 24 Desa yang ditetapkan dalam bagian upaya pengembangan Desa Maslahat selama ini. Desa Maslahat merupakan salah satu program utama Pemkab Pasuruan.

“Seperti Desa Jatiarjo, potensi alamnya berupa air dan tanah (lahan) luar biasa. Nah, tinggal bagaimana semua mendapatkan manfaat,” tandasnya.

Pemerintah daerah, lanjut Gus Irsyad, terus mendorong kemampuan masyarakat. Salah satunya dengan melibatkan seluruh komponen sosial, diantaranya pihak swasta, para pakar atau ahli pertanian serta kekuatan di masyarakat seperti ormas dan organisasi pemuda. (bdh/bdh)

Sumber: https://news.detik.com/jawatimur/3579663/festival-nggoreng-kopi-tandai-peresmian-desa-wisata-kopi-di-pasuruan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *