Eksplorasi Potensi Desa Secara Bijak

Pemberdayaan masyarakat dapat direalisasikan dalam program desa wisata.  Pengembangan desa wisata sebagai program pemberdayaan masyarakat dimaksudkan untuk dapat menjadi salah satu upaya menyejaterahkan desa berbasis aset dan potensi lokal. Sehingga melalui progam desa wisata tersebut diharapkan masyarakat dapat diuntungkan melalui banyaknya wisatawan yang masuk.

Adanya program desa wisata akan memberikan manfaat-manfaat yang berguna untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat didalamnya. Seperti halnya yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2015 bahwa ;

Pengembangan wisata berbasis perdesaan (desa wisata) akan menggerakkan aktifitas ekonomi pariwisata di perdesaan yang akan mencegah urbanisasi masyarakat desa ke kota. Pengembangan wisata pedesaan akan mendorong pelestarian alam (al. bentang alam, persawahan, sungai, danau) yang pada gilirannya akan berdampak mereduksi pemanasan global.”

Pengembangan desa wisata bisa menjadi pilihan ditambah dengan dukungan dari pemerintah dalam pengembangan sektor pariwisata di Indonesia.

Dalam pengembangannya, desa wisata harus melalui berbagai tahapan. Pertama adalah proses identifikasi, seperti yang penulis sebutkan diatas. Bahwa salah satu permasalahan adalah belum termanfaatkan dengan baik aset dan potensi. Setiap desa memiliki potensi untuk dijadikan komoditas wisata unggulan. Keindahan dan keunikan alam akan menjadi wisata alam. Semisal, jika desa tersebut memiliki keunikan tradisi dan budayanya maka hal tersebut bisa menjadi destinasi wisata budaya. Adapun jika desa tersebut memiliki menu makanan dan minuman khas tradisional yang unik baik dari bahan, rasa dan penyajiannya, hal tersebut bisa juga dijadikan destinasi wisata kuliner desa. dan berbagai potensi lainnya.

Tak hanya berhenti pada proses identifikasi aset dan potensi, dalam pengembangan desa wisata juga diperlukan adanya identifikasi permasalahan baik secara infrastuktur maupun sosial yang dapat menghambat perkembangan desa wisata. Di samping itu, komitmen dari berbagai pihak juga harus diperkuat sebagai salah satu modal dalam pengembangan desa wisata, sehingga dalam perkembangannya desa wisata tersebut mampu mengatasi permasalahan dengan tepat.

Seiring berjalannya waktu, dalam pengembangan desa wisata tentu harus mulai dibuatkan regulasi sebagai aspek legalitas dan yuridis formal. Dengan memiliki dasar hukum yang jelas dan kuat,

 

desa wisata diharapakan dapat beraktivitas tanpa ada gangguan misalnya keberatan dari pihak- pihak lain. Selebihnya, tinggal melakukan promosi baik secara online maupun offline untuk memperkenalkan kepada khalayak umum tentang desa wisata yang dikembangkan.

Terakhir, yang juga perlu diperhatikan dalam pengembangan desa wisata adalah dengan peningkatan SDM dengan cara melakukan berbagai pelatihan pariwisata yang dibutuhkan dan juga bisa melakukan studi banding dengan tujuan berbagi pengalaman dalam mengembangkan desa wisata.

Mari kita eksplorasi potensi desa kita dan kita kembangkan secara bijak menjadi komoditas yang mampu meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *