Dukungan Pemerintah Desa Jatiarjo pada Aktivitas Ekonomi Masyarakat

Sareh Rudianto, Kepala Desa Jatiarjo

Dukungan dari Pemerintah memang menjadi dorongan utama dalam pengembangan ekonomi masyarakat desa. Itulah refleksi yang didapatkan pada program Sekolah Inovasi Tani Indonesia (SITI) Senin (20/03/2017). Acara yang dihelat di Balai Desa Jatiarjo, Prigen, Pasuruan ini semula difokuskan pada pembahasan mengenai pengolahan pasca panen. Karena pemerintah desa turut hadir dalam forum ini, pembahasan akhirnya mengarah pada sinergi dan dukungan pemerintah desa pada aktivitas ekonomi masyarakat.

Para peserta nampak serius dalam menyimak paparan fasilitator mengenai pengolahan pangan. Sejauh ini, para peserta telah berhasil membuat beberapa olahan produk pertanian. Sentuhan pada bidang kemasan dan perizinan usaha adalah agenda yang akan mereka jalani beberapa bulan ke depan.

Semangat dan antusiasme pada peserta ini menghadirkan apresiasi dari Sareh Rudianto, Kepala Desa Jatiarjo yang turut hadir dalam acara ini. Ia bahkan meminta masukan terkait dukungan apa yang perlu diberikan oleh pemerintah desa.

“Terkait dengan ijin dan P-IRT-nya saya serahkan ke mas Edi, bagaimana nanti berhubungan dengan mereka (Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan). Pada prinsipnya yang dibutuhkan support dari pemerintah desa apa?” terangnya.

Sareh juga menyampaikan beberapa bentuk dukungan yang akan diusahakan untuk masyarakat yang akan membuat usaha pengolahan hasil pertanian ini. Tahun ini, ia akan menganggarkan beberapa alat yang dibutuhkan oleh industri pengolahan keripik. Alat-alat tersebut akan dihibahkan kepada kelompok pembuat keripik.

Lebih lanjut, Sareh berharap agar para peserta SITI mampu merumuskan perencanaan yang matang. Menurutnya, sebuah bisnis terlebih yang berbasis kelompok masyarakat, harus memiliki perencanaan jangka pendek dan jangka panjang. Dengan perencanaan yang matang ini, usaha yang dikelola secara kelompok akan berkelanjutan dan benar-benar menghasilkan nilai tambah ekonomi dan sosial.

“Jadi jangan hanya membayangkan satu tahun tapi membayangkannya adalah jangka panjang, tiga tahun ke depan, empat tahun ke depan, lima tahun ke depan. Jadi (berusaha) sampai menghasilkan  apa yang direncanakan teman-teman dan ibu-ibu PKK. Misalnya harus direncanakan dan direalisasikan untuk muncul sebuah gerai sendiri, produk sendiri, keunggulan sendiri. Itu yang kami maksud dari pemerintah desa. Jangan sekadar ramai di depan tapi tidak ada tindak lanjutnya,” paparnya.

Masih menurut Sareh, apa yang dihasilkan dari proses belajar di SITI ini diharapkan mampu menghasilkan kegiatan ekonomi produktif. Dengan adanya aktivitas ekonomi produktif, kesejahteraan masyarakat tentunya akan meningkat.

“Saya berharap pertemuan-pertemuan ini menghasilkan peningkatan ekonomi di masyarakat. Agar ada peningkatan tidak hanya ilmunya saja tapi bagaimana action di lapangan. Dan realisasi di lapangan itu ada. Sehingga pertemuan ini benar-benar ada hasil yang kita lihat. Kalau dirasakan memang butuh waktu, tetapi ada hasil yang bisa dilihat,” tambahnya.

Dalam acara ini, turut hadir pula Hartono, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Ia juga memberikan dukungan kepada aktivitas ekonomi produktif yang direncanakan oleh masyarakat Jatiarjo.

“Yang jelas saya atas nama BPD mendukung penuh kepala desa Jatiarjo dengan visi-misi dan programnya. Kapan sampeyan action, kapan pengurusan (perizinan usaha) ini berjalan, saya siap mengawal harapan sampeyan,” tukasnya. [Diyah]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *