Desa Wisata Gerbo dan Ekonomi Kerakyatan

Rangkaian kegiatan Program Pendidikan Agrobisnis dan Agrowisata Desa Inovatif (PADI) 2018-2019 di Desa Gerbo dimulai sejak hari Sabtu (24/11) kemarin. Kegiatan yang pertama ini diisi dengan materi “Sosialisasi dan Need Assesment”. Kegiatan dihadiri oleh perwakilan peserta PADI, elemen masyarakat seperti perangkat desa, kepala dusun, dan Badan Permusyawaratan Desa di Balai Desa Gerbo. Selain itu, perwakilan dari Averroes juga hadir yakni Levi Riansyah PME dan Manager Administrasi, Fahrul Ulum.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Desa Gerbo, Sutrisno J.S. Ia menyampaikan harapan agar program Averroes ini mendapat dukungan, kerjasama maupun pendapat dari berbagai pihak elemen masyarakat.

“Mudah-mudahan kita yang baru bergabung bisa segera tampak perkembangannya. Kami sangat memerlukan pendapat-pendapat dari semua pihak yang ada di Gerbo seperti perangkat desa, kepala dusun, RT, RW, dan seluruh warga serta pemuda yang ada di Desa Gerbo,” ujar Sutrisno dalam sambutannya.

Pembangunan desa wisata merupakan proses yang tidak mudah dan cepat. Pembangunan desa wisata memerlukan kerjasama oleh berbagai pihak di desa untuk menata bersama. Averroes menjadi pendamping serta teman belajar untuk membantu menggali potensi desa. Hal itu yang disampaikan oleh, PME PADI, L. Riansyah. Pentingnya pembangunan desa wisata berbasis masyarakat desa menjadi alternatif dari maraknya industri wisata yang dikelola investor.

“Jika industri wisata dikelola investor, maka masyarakat desa hanya akan menjadi penonton, dan dikuasai pihak luar. Desa wisata berbasis masyarakat dengan demikian menjadikan masyarakat menjadi pelaku utama bidang wisata, harapannya sebagai misal di Desa Gerbo,”  Harap pria yang akrab disapa Rian ini.

Perwakilan peserta PADI 2018-2019 menyambut baik adanya program Averroes di Desa Gerbo. Sebagaimana perwakilan dari Gabungan Kelompok Tani, Ahmad Aijin, mengapresiasi dan berharap pendampingan desa wista bisa segera terwujud.

“kita sebagai petani berupaya mengangkat tidak hanya dalam teknik budidaya tetapi kita juga berupaya untuk menunjukkan hasil produk olahan kita. kita selalu mencoba untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang bisa sekaligus digunakan untuk memasarkan produk hasil olahan kita. mmungkin nantin bisa dibantu dalam mengoreksi packaging, ijin, dsb” tuturnya.

Selama ini, upaya mewujudkan desa wisata telah dirintis di Desa Gerbo melalui kegiatan yang aktif diselenggarakan oleh salah satu komunitas pemuda. Mahkmud HS, salah satu perwakilan dari komunitas pemuda yang menjadi penggerak wisata di Desa Gerbo, menceritakan bahwa sebenarnya mereka sudah mempunyai file dan paket wisata yang bisa kita tawarkan kepada pengunjung. Telah ada tamu yang sudah ingin berkunjung ke Desa Gerbo, dan total sampai saat ini sudah ada dua tamu yang berkunjung ke Desa Gerbo (dari PLN dan SD SAIM Surabaya).

Namun demikian, kegiatan desa wisata melalui pengelolaan salah satu komunitas pemuda tentu akan menimbulkan kecemburuan sosial di Desa Gerbo. Sebagaimana kita ketahui, pengelolaan resmi kegiatan desa wisata di Indonesia bernaung pada Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata). Hal ini menjadi tantangan dan agenda ke depan dari pemerintah serta masyarakat Desa Gerbo dalam menyusun dan membentuk pokdarwis (kelompok sadar wisata). Untuk itu, Mahkmud mengharapkan keanggotaan di Pokdarwis harus kompak dan berkomitmen sehingga dapat mewujudkan cita-cita bersama.

“Karena kembali lagi ke manfaat desa wisata salah satunya adalah untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Desa Gerbo.” Pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *